Senin, 28 Juli 2008

Graduated... "Sesuatu yang Tertunda"



Akhirnya..... At least.... apapun bahasannya....

itu mungkin kata yang terucap setelah sekian lama lelah bertarung, akhirnya telah selesai juga menamatkan kuliah, yang sudah sekitar 8 tahun di jalani.

Ini dimulai dari tahun 2000 pertama kali kuliah, di program profesional mengambil D2 jurusan solo-semarang, eh.... salah maksud saya mengambil jurusan Teknik Informatika, yang waktu itu jurusan itu diberi nama Teknik Informatika Bisnis (TIB-klo tdk salah ingat), kemudian dimasa akhir perkuliahan sekitar tahun 2002 saya transfer ke D3 dengan program jurusan yang sama, karena tinggal melanjutkan sisa sks yang belum terselesaikan di D2, yang pada saat itu D3 sudah memiliki tambahan nama dibelakang nama kita sendiri, yaitu dengan nama Ahli Madya (Amd-bukan Advance Micro Device), namun hal itu tak terjadi, dimana dipenghujung studi, saya mencoba untuk melarikan diri lagi, yaitu dengan transfer ke S1 sekitar tahun 2003, itu pun masih dengan bidang studi yang sama, saya transfer S1 ke Fakultas Teknologi Informasi dan lagi-lagi masih di kampus yang sama, Kampus UKSW.

Setelah menjalani hidup berkuliah di Fakultas Teknologi Informasi sekitar 4 tahun mulailah terasa kejaran-kejaran dari masa studi yang telah habis, dimana diharuskan untuk menyelesaikan perkuliahan tersebut, pada sekitar pertengahan tahun 2005 saya telah memulai skripsi, tapi itu hanya sebatas pada registrasi mata kuliah, namun kenyataannya tdk ada progres dari skripsi tersebut, tidak pernah ada judul skripsi, tidak pernah ada draff skripsi, tidak pernah ada abstraksi dari skripsi, waktu itu skripsi saya =" 0 besar". Di sekitar akhir tahun 2005 saya mendapat kisah sedih, kehilangan sebagian dari keluarga, orang yang dikasihi, yang kemudian hal itu yang mengatarkan saya untuk pulang ke kampung halaman.

Diawal tahun 2006 sekitar akhir bulan februari, saya berangkat ke Jakarta, mengikuti teman untuk bekerja di sana sebagai salah satu tenaga di divisi IT. perusahaan tempat saya bekerja itu merupakan perusahaan konsultasi bidang pendidikan, dimana orang-orang yang bekerja disana separuhnya merupakan orang lulusan dari kampus tempat saya berkuliah. Di PT. Wacana Tata Akademika saya bekerja kurang lebih 9 bulan-waktu yang singkat, dimana saya harus kembali ke kampus saya UKSW-Salatiga untuk melanjutkan sesuatu yang tertunda, dan atas kebaikan dari para pimpinan tempat saya bekerja yaitu PT. Wacana Tata Akademika atau biasa di sebut dengan Willi Toisuta & Associates, saya masih boleh bekerja sambil melanjutkan kuliah saya.

Setelah kembali ke Salatiga hidup pun tak banyak berubah, malah tidak ada progres lagi untuk melanjutkan skripsi, dan skripsi pun terbengkalai kurang lebih 1 tahun.

di awal tahun 2008, kemudian saya mendapat teguran dari FTI-1 kami menyebutnya untuk dekan fakultas teknologi informasi, yang kemudian mendapat susulan teguran dari pimpinan dari tempat saya bekerja di Jakarta, dan teguran-teguran yang lainnya. dan masa-masa yang saya lewati bukan hanya itu saya, saya hampir kena admisi mahasiswa baru, karena sempat lalai selama kurang 1 tahun registrasi mahasiswa, namun atas bantuan dari fakultas, saya masih bisa melanjutkan lagi "sesuatu yang tertunda" setelah selesai satu per satu persoalan, saya mulai menyusun skripsi saya, namun ternyata masih ada satu bagian yang saya lupakan, yaitu ada satu nilai mata kuliah saya yang posisi DT(tanpa nilai-disebabkan krn nilai belum masuk dibagian nilai) sekitar kurang lebih 2 tahun , dan pada saat itu saya tidak bisa maju ujian, sampai selesai urusan terhadap nilai DT itu, namun karena bantuan dari dosen-dosen di fakultas teknologi informasi lagi, saya bisa menyelesaikan masalah dengan nilai DT.

Pada tanggal 18 Juli 2008 saya ikut ujian kelulusan, pada jam 11 siang, dengan hasil yang menyatakan bahwa saya telah lulus dalam ujian akhir di fakultas teknologi informasi.

Kamis, 24 April 2008

IBM Bantu Ciptakan Software Maker Masa Depan

IBM membantu universitas-universitas terkemuka mempersiapkan mahasiswanya menghadapi perubahan di industri piranti lunak sebagai akibat dari globalisasi.

Universitas-universitas menghadapi tantangan untuk menyediakan buku pealajaran dan pengalaman langsung guna menyiapkan mahasiswanya bersaing di perekonomian global. Untuk menjembatani jurang pembelajaran ini, IBM memberikan enam hibah penelitian kepada universitas-universitas yang menggodok pengembang-pengembang piranti lunak generasi mendatang.

Secara historis, pengelolaan proyek-proyek pengembangan piranti lunak dilakukan dalam isolasi, dengan alat-alat pengembangan piranti lunak yang dirancang untuk membuat para pengembang lebih produktif. Globalisasi menyebabkan pengembangan piranti lunak menjadi semakin rumit. Tantangan terberat yang dihadapi industri adalah pengelolaan proyek yang melintasi batas-batas wilayah geografis dan organisasi.

IBM mengatasi masalah ini dengan mempersenjatai beberapa universitas melalui hibah teknologi dan penelitian guna mempersiapkan pengembang-pengembang piranti lunak generasi mendatang, dan pemimpin-pemimpin piranti lunak masa depan.

"Tantangan yang dihadapi pengembang piranti lunak saat ini adalah kolaborasi tim, produktifitas dan bekerja melintasi batas wilayah dan zona waktu. Penting bagi para mahasiswa untuk memahami dinamika global dalam pengembangan piranti lunak dan Jazz yang menyediakan platform yang kita butuhkan," tutur Dr. Frank Maurer, Kepala Agile Software Engineering Group di the University of Calgary, seperti dikutip melalui keterangan pers, Rabu (19/3/2008).

Menurut Maurer, proyek IBM Jazz yang dijalankan dapat membantu para mahasiswa meneliti cara-cara untuk menyempurnakan komunikasi dan kolaborasi dalam tim-tim yang tersebar di seluruh dunia dengan menggunakan teknologi canggih dari salah satu perusahan piranti lunak terbaik di dunia.

Setiap tahun IBM memberikan hibah kepada universitas-universitas agar pengembang-pengembang generasi mendatang dapat meneliti kolaborasi tim pengembangan piranti lunak secara global. Hibah penelitian yang baru ini akan membantu para mahasiswa memandang pengembangan piranti lunak dan pemrograman sebagai sebuah kelompok, bukan sebagai kegiatan individual.





Disadur dari :

Jumat, 11 April 2008

Jangan Jadi Kelelawar Kantor

Dunia kerja kadang menjadi momok bagi sebagian orang, terutama tugas kerja yang kerap membuat lembur diluar jam kerja. Sebutannya kelelawar kantor alias sering kerja hingga larut malam, bila ini kerap menimpa Anda bisa dipastikan besok harinya Anda tidak akan segar alias lesu dalam menyelesaikan tugas lagi hasilnya kerja tidak optimal.

Meski kerjaan menumpuk di meja, Anda harus pandai mengatur traffic pekerjaan supaya tugas selesai sesuai target yang Anda pasang. Buat strategi untuk diri sendiri dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan.

Langkah awal, pahami deskripsi tugas supaya bisa mengetahui apa yang harus dikerjakan dan pastikan mengetahui batas penyelesaiannya misal harian, mingguan atau bulanan. Hal ini supaya atasan tidak perlu selalu mengigatkan tugas tersebut untuk Anda.

Ingat Anda juga harus proaktif bertanya kepada atasan perihal planning perusahaan atau unit kerja untuk waktu mendatang. Dengan mengetahui rencana mendatang perusahaan, akan membantu dalam mengatur schedule pekerjaan Anda.

Buatlah daftar pekerjaan dan pilah kategorinya, misalnya sangat penting, penting, menyusul, dan lain-lain. Daftar ini bisa Anda pakai untuk memilih pekerjaan mana yang harus diutamakan.

Tidak ada salahnya berbagi tugas dengan rekan lainnya, namun Anda juga harus ijin kepada atasan supaya tidak terjadi miss communication dalam proses penyelesain tugas. Terakhir Anda harus mengoptimalkan jam kerja dan kurangi waktu santai disaat jam kerja. Ok selamat berkerja.


Disadur dari :
http://www.ggpriapunyaselera.com

Jumat, 04 April 2008

Onno: Jadikan Hacker Sebagai Teman

JAKARTA - Dua situs perbankan yang berhasil di-deface hacker, Bank Indonesia dan Bank Niaga, harusnya menjadi perhatian institusi untuk mulai berbenah diri dan memperbaiki kelemahan yang ada dalam jaringan mereka.

"Psikologi seorang penyerang sederhana sekali. Seorang penyerang bisa dikatakan baik atau terbaik jika mereka bisa menembus pertahanan yang paling kuat. Jadi jangan kaget kalau situs perbankan merupakan sasaran utama, selain situs militer," ujar Pakar IT Onno W Purbo, melalui emailnya kepada Okezone, Jumat (4/3/2008).

Onno melihat tindakan ini sebagai bentuk pembelajaran bahwa hacker lebih tepat untuk dijadikan teman ketimbang harus dihujat dan didiskreditkan. Potensi besar yang dimiliki hacker dipercaya Onno dapat dijadikan sebagai 'amunisi' bagi Indonesia untuk bisa lebih maju dibanding negara tetangga.

"Mereka ini anak Indonesia yang jago. Sayang kalau kemampuan mereka disepelekan. Indonesia banyak membutuhkan bantuan mereka untuk bisa maju mengalahkan negara tetangga kita," ujar Onno.

"Apapun yang terjadi, semua situs harus waspada. Harus belajar teknik security yang baik, teknik untuk memonitor adanya intrusi di jaringan karena security adalah bagian integral dari proses hosting di internet," pungkas Onno.


Disadur dari:

Roy Siap Ladeni Blogger 18 April

JAKARTA - Setelah dihubungi berkali-kali, Roy Suryo menyatakan kesiapannya mengadakan dialog terbuka dengan blogger. Namun dia menyarankan beberapa hal dalam acara tersebut.

Acara dialog terbuka Roy Suryo dengan komunitas blogger, yang sejatinya dilaksanakan pada tanggal 15 April 2008, rupanya harus ditunda beberapa hari dikarenakan tugas mengajar yang harus diemban Roy di Gorontalo.

"Saya sangat menyambut baik dialog tersebut. Tapi mohon maaf sebesar-besarnya, kebetulan Selasa 15 April, adalah jadwal saya mengajar di Gorontalo, jadi pasti tidak bisa," tulis Roy dalam pesan singkatnya kepada Okezone, Kamis (3/4/2008). Dia pun kemudian mengajukan tanggal alternatif lain sehingga tercapailah kata sepakat pada tanggal 18 April.

Pihak Universitas Budi Luhur sebagai penyelenggara acara menyatakan siap untuk menyediakan segala fasilitas untuk mendukung kelancaran acara tersebut. Bahkan ketika dikonfirmasi, Riyogarta dari komunitas blogger menyatakan siap untuk ikut meramaikan acara.

Selang beberapa saat, pakar telematika itu kembali mengirimkan pesan singkat yang menyarankan agar acara tersebut memiliki tema "Menumbuhkan Citra Positif Blogger". Bahkan dia mengajukan beberapa nama pembicara lain seperti Wimar Witoelar, Budi Putra, dan Antyo Rencoko.

Entah apa maksud dari SMS itu namun yang jelas pihak Budi Luhur akan mengusahakan permintaan Roy Suryo untuk mengadakan dialog terbuka dengan blogger pada tanggal 18 April 2008 di Gedung Universitas Budi Luhur.


Disadur dari:

Blogger Bandung 'Tantang' Roy Suryo

BANDUNG - Setelah ribuan blogger geram dengan ulah pakar Telematika, Roy Suryo, kini giliran para blogger Bandung yang tergabung dalam Bandung Blogger Village (BBV) yang 'menantang' Roy secara terang-terangan.

Roy menuding kalau pemasangan foto dirinya yang bertelanjang dada di situs www.postel-depkominfo.go.id dan situs Golkar merupakan ulah para blogger.

Ketua BBV, Muhammad Iqbal, mengatakan kalau Roy tidak paham tentang perbedaan antara blogger, hacker, dan cracker. Menurutnya, untuk menjadi seorang crack ataupun hacker, dibutuhkan pengetahuan yang mutakhir tentang masalah Teknologi Informasi (TI).

"Saya jadi mempertanyakan kapasitas Roy sebagai pakar telematika. Perbedaan antara bloger, hacker dan cracker saja dia tidak tahu," katanya di Jl Ir H Djuanda, Bandung, Rabu (2/4/2008).

Blogger, tandas Iqbal, merupakan orang yang mengunakan akses internet yang dijadikan medium untuk berekspresi. Biasanya, blogger menceritakan apa yang tidak bisa ia ceritakan secara langsung.



Disadur dari:


Jumat, 28 Maret 2008

10 Orang Terkaya di Dunia IT

Sekian tahun berlalu, Bill Gates masih saja dikenal orang sebagai orang terkaya di dunia. Tetapi, hal tersebut akan berubah karena seorang Meksiko mengalahkan kekayaannya kurang lebih sebanyak US$8 milyar. Untuk urutan dan informasi lainnya, lihat di bawah ini:


1. Carlos Slim Helú (Telmex, América Móvil, Grupo Carso)
Pemilik beberapa perusahaan seperti Telmex, America Movil, dan Grupo Carso ini memiliki kekayaan bersih mencapai US$67,8 milyar. Mungkin nama ini masih agak asing bagi masyarakat dunia. Kekayaannya melonjak jauh sejak saham perusahaan miliknya melonjak 27% pada kuartal kedua tahun 2007 ini.


2. William H. Gates III (Microsoft Corp.)
Kekayaan terakhir gates adalah sebesar US$59,2 milyar. Mungkinkah akibat sumbangan yang dilakukan membuatnya turun ke posisi dua? Sepertinya Gates sudah tidak mempedulikan hal itu setelah sekian lama berdiri di puncak kekayaan dunia. Sekarang saatnya untuk beramal.


3. Lawrence Ellison (Oracle)
Pemilik Oracle ini bertengger di posisi ketiga dengan kekayaan US$21,5 milyar. Tampaknya, ia masih akan lama mempertahankan posisinya ini karena database akan selalu digunakan.



4. Paul Allen (Microsoft Corp.)
Dengan kekayaan US$18 milyar, Allen berada di urutan keempat orang IT terkaya dan urutan ke 19 untuk orang terkaya di dunia. Walaupun telah menjual 68 juta sahamnya di Microsoft, ia masih menyisakan sebesar 138 juta saham. Ia juga dikenal sebagai orang yang gemar melakukan investasi di segala bidang, seperti: properti, olah raga, bahkan program luar angkasa. Kapal yacht terbesar nomor 5 pun ia miliki.

5 & 6 Sergey Brin & Larry Page (Google Inc.)
Kedua raja internet ini, masing-masing memiliki kekayaan US$16,6 milyar yang jika digabungkan bisa membawa para pendiri Google ini ke posisi 3. Sudah merupakan fakta, kalau kedua konglomerat ini hanya beranjak dari sebuah halaman situs hitam putih dengan sebuah logo warna-warni.

7. Michael Dell (DELL Inc.)
Jika melihat berbagai macam masalah yang dialami Dell, tentu saja sungguh menakjubkan kalau perusahaan ini masi menjadi perusahaan hardware nomor satu di dunia. Walaupun begitu, para analis agak pesimis kalau Michael bisa mempertahankan posisinya ini dengan kekayaan sejumlah US$15.8 milyar.


8. Steven Ballmer (Microsoft Corp.)
Lagi-lagi orang dari Microsoft. Walaupun ukuran kantornya lebih kecil dari ukuran kamar mandi biasa, kekayaan yang sejumlah US$15 milyar itu membawanya ke posisi 8.


9. Naguib Sawiris (Orascom Telecom Holding)
Sawiris merupakan dewan direksi dan CEO dari Orascom Telecom Mesir, yaitu sebuah operator jaringan GSM multinasional untuk pasar Timur Tengah, Afrika, dan Asia Selatan. Padahal, tahun lalu ia hanya berada pada urutan ke-278 untuk edisi Forbes. Kekayaannya sebesar US$10 milyar.

10. Sunil Mittal (Bharti Tele-Ventures Limited)
Sudah merupakan bukti, jika anda ingin menjadi konglomerat, bukalah perusahaan telekomunikasi. Mittal merupakan dewan direksi dan managing director dari Bharti Group, yang menjalankan jasa GSM terbesar di India. Ia memiliki kekayaan sebesar US$9,5 milyar dan hanya menduduki orang India terkaya keenam.


Dengan bukti-bukti di atas, masih tidak tertarikkah dengan dunia IT?



dikutip dari :
udaramaya.com
Pengirim: Mike, Kamis 05 Juli 2007, 20:57
berita asli dari Mashable.com

10 dirty little secrets you should know about working in IT

Sanity check: 10 dirty little secrets you should know about working in IT

If you are preparing for a career in IT or are new to IT, many of the “dirty little secrets” listed below may surprise you because we don’t usually talk about them out loud. If you are an IT veteran, you’ve probably encountered most of these issues and have a few of your own to add — and please, by all means, take a moment to add them to the discussion. Most of these secrets are aimed at network administrators, IT managers, and desktop support professionals. This list is not aimed at developers and programmers — they have their own set of additional dirty little secrets — but some of these will apply to them as well.

Here check this 10 point below:

  1. IT pros frequently use jargon to confuse nontechnical business managers and hide the fact that they screwed up
  2. Some IT professionals deploy technologies that do more to consolidate their own power than to help the business
  3. Veteran IT professionals are often the biggest roadblock to implementing new technologies
  4. You’ll spend far more time babysitting old technologies than implementing new ones
  5. Vendors and consultants will take all the credit when things work well and will blame you when things go wrong
  6. Your nontechnical co-workers will use you as personal tech support for their home PCs
  7. Certifications won’t always help you become a better technologist, but they can help you land a better job or a pay raise
  8. You will go from goat to hero and back again multiple times within any given day
  9. It will be your fault when users make silly errors
  10. The pay in IT is good compared to many other professions, but since they pay you well, they often think they own you

What are the other dirty little secrets about working in IT that you think should be...
Read more....

Taken from:

Tech Sanity Check
Techrepublic.com
http://techrepublic.com.com/


ps : because I got this news in english, so I post it again in english. I'm so sorry 'bout this, 'couse my english below avarages (I don't past any TOFL examination...wkwkwk so stupid I am-what ever lah!)

Kamis, 27 Maret 2008

Situs Roy Suryo di bobol oleh hacker


Roy Suryo: Pelakunya 'Mereka', Tunggu Aksi Saya



Jakarta
- Situs Depkominfo menjadi korban pertama reaksi hacker tanah air atas disahkannya Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Wajah Roy Suryo muncul dalam aksi deface di situs itu. Menurut Roy, pelakunya adalah 'mereka'.

Siapa 'mereka' yang dimaksud Roy? "Kelompok blogger dan hacker yang selalu bertindak negatif adalah pelakunya. Hal ini membuktikan, yang namanya blogger dan hacker Indonesia belum bisa mencerminkan citra positif," tegas Roy kepada detikINET, Kamis (27/3/2008).

Ketika ditanya langkah apa yang bakal diambil menanggapi kejadian ini, Roy mengatakan masih menunggu action Depkominfo. "Saya gak mau terpancing, hacker dan blogger gak pernah saya anggap. Paling saya akan ada di belakang Kominfo, tunggu saja action saya," lanjutnya, tanpa menyebut langkah yang bakal diambilnya lebih lanjut.

Roy mengaku, sudah memprediksi akan terjadinya hal semacam ini sebagai bentuk ketidaksetujuan atas disahkannya UU ITE. "Banyak sekali milis (mailing list) dan blog yang menyuarakan tidak setuju, dan (reaksi) itu terjadi," tukasnya.

Depkominfo dan Indonesia Security Incident Responses Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII) pun diharapkan dapat langsung bereaksi dengan mengusut si pelaku. "Jangan-jangan ada pihak ketiga yang mau mengadu domba. Ini harus dicermati hati-hati sebagai ujian pertama," Roy menandaskan. ( ash / wsh )


diambil dari :

detikINET
www.detikinet.com
Kamis, 27/03/2008 11:04 WIB

link: http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/03/tgl/27/time/110444/idnews/914119/idkanal/323

Rabu, 05 Maret 2008

Java Weekend Crush Couse


Java Weekend Crush Course, yaitu training java yang diadakan oleh Satya Wacana Technology Center atau yang biasa disebut dengan nama BISTEK. Berikut ini informasi dari Java Weekend Crush Course :

Topik:

Day 1
1. Java Language fundamental
2. OOP
3. Java Collection
4. Java Swing Fundamental
5. JDBC/Database dengan Java

Day 2
1. Netbeans Mattise
2. JasperReport and iReport
3. Case Study (Inventory Application+ reporting with jasper)

Waktu
8 s/d 9 Maret 2008

Pukul
09.00 s/d 17.00 WIB

Tempat
Lab BisTek, UKSW Salatiga

Fasilitas
- 1 PC/person
- lab full Internet and AC
- CD Berisi Java, Netbeans, Slide Materi dan ebook-ebook Java
- Sertifikat

Siapa yang boleh ikutan?
Siapa saja.. yang penting punya pengetahuan dasar-dasar pemrograman.

Berapa Biayanya?
Biaya training ini hanya Rp. 200.000,- (termasuk makan siang)

Registrasi langsung ke kantor BisTek FTI-UKSW.


Untuk informasi lebih lanjut :

Hendro Steven
081390989669

hendro_steven@yahoo.com



ps :
Training ini akan dilaksanakan jika jumlah peserta mencapai 5 orang.
Jika peserta tidak mencapai jumlah tsb, maka uang registrasi akan dikembalikan. Jumlah maksimal peserta 15 orang.

Jumat, 08 Februari 2008

Jenis Class Transitions for Flash Action Script

Blind Transitions :
import mx.transitions.*;
import mx.transitions.easing.*;
TransitionManager.start(img1_mc, {type:Blinds, direction:Transition.IN, duration:2, easing:None.easeNone, numStrips:10, dimension:0});


Fade Transitions :
import mx.transitions.*;
import mx.transitions.easing.*;
TransitionManager.start(img1_mc, {type:Fade, direction:Transition.IN, duration:3, easing:None.easeNone});


Fly Transitions :
import mx.transitions.*;
import mx.transitions.easing.*;
TransitionManager.start(img1_mc, {type:Fly, direction:Transition.IN, duration:3, easing:Elastic.easeOut, startPoint:9});


Iris Transitions :
import mx.transitions.*;
import mx.transitions.easing.*;
TransitionManager.start(img1_mc, {type:Iris, direction:Transition.IN, duration:2, easing:Strong.easeOut, startPoint:5, shape:Iris.CIRCLE});


Photo Transitions :
import mx.transitions.*;
import mx.transitions.easing.*;
TransitionManager.start (img1_mc, {type:Photo, direction:Transition.IN, duration:1, easing:None.easeNone});


PixelDissolve Transitions :
import mx.transitions.*;
import mx.transitions.easing.*;
TransitionManager.start(img1_mc, {type:PixelDissolve, direction:Transition.IN, duration:2, easing:None.easeNone, xSections:10, ySections:10});


Rotate Transitions :
import mx.transitions.*;
import mx.transitions.easing.*;
TransitionManager.start(img1_mc, {type:Rotate, direction:Transition.IN, duration:3, easing:Strong.easeInOut, ccw:false, degrees:720});


Squeeze Transitions :
import mx.transitions.*;
import mx.transitions.easing.*;
TransitionManager.start(img1_mc, {type:Squeeze, direction:Transition.IN, duration:2, easing:Elastic.easeOut, dimension:1});


Wipe Transitions :
import mx.transitions.*;
import mx.transitions.easing.*;
TransitionManager.start(img1_mc, {type:Wipe, direction:Transition.IN, duration:2, easing:None.easeNone, startPoint:1});


Zoom Transitions :
import mx.transitions.*;
import mx.transitions.easing.*;
TransitionManager.start(img1_mc, {type:Zoom, direction:Transition.IN, duration:2, easing:Elastic.easeOut});


Copy-kan action script berikut pada frame 1, yang dimana dalam stage telah telah diletakan object yang akan dikenakan efek transisi (mis. img1_mc) dan perlu diingat bahwa type dari object-nya haruslah movie clip.

ps : untuk contohnya menyusul kemudian :p

Jumat, 18 Januari 2008

Principles of Animation

Between the late 1920's and the late 1930's animation grew from a novelty to an art form at the Walt Disney Studio. With every picture, actions became more convincing, and characters were emerging as true personalities. Audiences were enthusiastic and many of the animators were satisfied, however it was clear to Walt Disney that the level of animation and existing character were not adequate to pursue new story lines-- characters were limited to certain types of action and, audience acceptance notwithstanding, they were not appealing to the eye. It was apparent to Walt Disney that no one could successfully animate a humanized figure or a life-like animal; a new drawing approach was necessary to improve the level of animation exemplified by the Three Little Pigs.

Disney set up drawing classes for his animators at the Chouinard Art Institute in Los Angeles under instructor Don Graham. When the classes were started, most of the animators were drawing using the old cartoon formula of standardized shapes, sizes, actions, and gestures, with little or no reference to nature. Out of these classes grew a way of drawing moving human figures and animals. The students studied models in the motion as well as live action film, playing certain actions over and over. The analysis of action became important to the development of animation.

Some of the animators began to apply the lessons of these classes to production animation, which became more sophisticated and realistic. The animators continually searched for better ways to communicate to on another the ideas learned from these lessons. Gradually, procedures were isolated and named, analyzed and perfected, and new artists were taught these practices as rules of the trade. They became the fundamental principles of traditional animation:

1. Squash and Stretch
Defining the rigidity and mass of an object by distorting its shape during an action.
2. Timing
Spacing actions to define the weight and size of objects and the personality of character.
3. Anticipation
The preparation for an action.
4. Staging
Presenting an idea so that it is unmistakably clear.
5. Follow Through and Overlapping Action
The termination of an action and establishing it relationship to the next action.
6. Straight Ahead Action and Pose-To-Pose Action
The two contrasting approaches to the creation of movement.
7. Slow In and Out
The spacing of the inbetween frames to achieve subtlety of timing and movement.
8. Arcs
The visual path of action for natural movement.
9. Exaggeration
Accentuating the essence of an idea via the design and the action.
10. Secondary Action
The action of an object resulting from another action.
11. Appeal
Creating a design or an action that the audience enjoys watching.

The application of some of these principles mean the same regardless of the medium of animation. 2D hand drawn animation deals with a sequence of two dimensional drawings that simulate motion. 3D animation involves creating a three dimensional model in the computer. Motion is achieved by setting keyframe poses and having the computer generate the inbetween frames. Timing, anticipation, staging, follow through, overlap, exaggeration, and secondary action apply in the same way for both types of animation. While the meaning of squash and stretch, slow in and out, arcs, appeal, straight ahead action, and pose-to-pose action remain the same, their application changes due to the difference in medium.



Article excerpt written by John Lasseter, Pixar, San Rafael, California